Headlines News :
    Showing posts with label Travel. Show all posts
    Showing posts with label Travel. Show all posts

    Wildlife Tours in India - A Perfect Blend of Nature and Adventure

    Best wildlife tours in India can guarantee you the best vacations too. Whether you are with your friends and family or on your own, choose exciting wildlife tours and enjoy a top of the line vacation. 

    India has some of the most well known wildlife sanctuaries and national parks in the world. If you go in for the best wildlife tours in India, you can get a vacation that is true value for money. Wildlife sanctuaries in India are home to thousands of different species of birds, animals and insects. Apart from the fauna, India's wildlife parks and sanctuaries also offer amazing flora.

    Apart from the rich wildlife and natural vegetation, these tours also cover national parks which are scattered across India. Many of these sanctuaries were erstwhile hunting grounds for royal families in India. Seeing the beauty of the place in its natural form is a blessing. Wildlife tours ensure that you can sightsee at your own pace and admire the places which are rich in natural as well as cultural heritage.

    You get to see the beauty and the natural resources of any place in a way that will amaze you and take your breath away. From lions and tigers to rare birds and amazing reptiles, you can see the best of the fauna in the country on these wildlife tours. Another massive advantage of opting for the best wildlife tours is that you can get away from the commotion and the stress of staying in a bustling city. The peace and quiet of these natural spots along with their diverse topography and beauty is just what you need if you want to relax and unwind.

    Wildlife tours are really catching on the tourism sector now. From nature lovers to families who want an adventurous vacation, a lot of people can opt for these tours. You get to see wildlife in its natural setting and you can relax and enjoy the scene as the tour guide takes you through the pristine nature spots. Along with mental calmness and a sense of physical well-being, you will also be able to enjoy the wonders of nature at affordable rates. Many well-known travel and destination management companies offer wildlife tours in India making any vacation a dream come true.


    Apart from spotting rare wildlife, you can also engage in adventure sports or hiking as well as trekking. Recreation is at its best if you opt for well known wildlife tours in India.This is even more so if you are a foreigner or an NRI. An Indian will have some idea of the best wildlife parks. (http://www.mapsofindia.com/maps/wildlife/nationalpark-india.htm) But if you are a newcomer and you want to explore the beauty and wilderness of India's nature spots, you can definitely benefit if you opt for established wildlife tours in India.

    Apart from spotting wild animals, you can also engage in bird watching while soaking in the pleasant atmosphere of these natural beauty spots. You can ensure a safe and pleasant vacation for your family, friends and yourself if you opt for established wildlife tours in India. Tour packages are readily available at reasonable rates and you can enjoy the vacation of a lifetime at rock-bottom prices if you opt for them.
    Source : http://www.articlesbase.com/travel-tips-articles/wildlife-tours-in-india-a-perfect-blend-of-nature-and-adventure-7079969.html

    Berbuka Puasa dengan Martabak Burger


    Jajanan martabak begitu akrab di lidah masyarakat Indonesia. Biasanya, ada martabak telur atau martabak manis. Kalau martabak manis, paling akrab tentu saja martabak kacang dan martabak keju. Di bulan puasa ini, berbuka puasa dengan martabak bisa menjadi pilihan.

    Belakangan, beberapa kedai menjual martabak dengan rasa beragam. salah satunya adalah D'Marco Cafe, sebuah kafe martabak yang menyajikan martabak sebagai menu utamanya. Baru-baru ini, D'Marco Cafe membuka cabang terbarunya di bilangan Kemang, Jakarta Selatan.

    Sesuai misinya yang ingin menaikan kelas martabak, aneka menu yang disajikan pun terbilang kreatif. Sebut saja Martabak Es Krim, Martabak Pizza, sampai Martabak Oreo.

    Nah, berbarengan dengan dibukanya cabang Kemang, D'Marco memperkenalkan menu terbarunya yaitu Martabak Burger dan Martabak Ovomaltine. Apa jadinya martabak dijadikan burger?

    Mudah saja, biasanya burger terdiri dari roti bulat yang tengahnya diberi patty atau adonan daging sapi yang berbentuk bulat pipih, lalu ditambah sayuran dan aneka saus. Kalau Martabak Burger, bedanya ada di roti. Singkirkan roti lalu ganti dengan martabak.

    Namun, patty tidak diletakan di tengah-tengah martabak, melainkan di atasnya. Jadi, martabak di paling bawah, lalu atasnya patty, sayuran selada dan tomat, kemudian diberi saus mayonaise, saus sambal botolan, dan saus tomat.


    KOMPAS.com/Ni Luh Made Pertiwi F. Martabak Ovomaltine
    Sementara Martabak Ovomaltine memang tengah naik daun di Jakarta. D'Marco tak ketinggalan menyediakan menu tersebut. "Ovomaltine ini dikenal di Indonesia sebagai Ovaltine, barang impor dan cokelatnya terasa sekali," kata Ira Lathief, salah satu pemilik D'Marco.

    Selain Ira Latief, D'Marco juga dimiliki oleh dua orang lainnya yaitu Ika Hendrani dan Budiono. Awalnya, mereka membuka D'Marco Cafe di Jalan Sabang, Jakarta Pusat.

    Kembali ke Martabak Ovomaltine, Ovomaltine sendiri terdiri dari susu, malt atau sejenis gandum, dan cocoa. Teksturnya kasar karena malt dan sangat kaya akan rasa cokelat. Selintas seperti selai cokelat.

    Jika dikawinkan dengan martabak, rasanya begitu apik. Kelembutan martabak yang rasanya cenderung polos berpadu dengan manisnya Ovomaltine. Rasanya seperti menikmati martabak kacang. Bedanya susu cokelat dan kasarnya kacang berganti dengan Ovomaltine.

    Untuk harga, di D'Marco lumayan terjangkau di kisaran Rp 15.000 sampai Rp 30.000. Martabak Burger diberi harga Rp 30.000. Sementara Martabak Ovomaltine bisa dibeli dengan harga Rp 35.000.

    Mau mencicipi martabak unik untuk berbuka puasa? Bisa coba cicipi dulu Martabak Ovomaltine yang manis, sangat pas untuk berbuka. Lalu lanjutkan dengan Martabak Burger yang cenderung gurih.

    Sumber : http://travel.kompas.com/read/2014/06/30/1513099/Berbuka.Puasa.dengan.Martabak.Burger

    Buka Puasa ala Timur Tengah


    Dalam rangka merayakan bulan Ramadhan, Pacific Restaurant & Lounge, The Ritz Carlton Jakarta menghadirkan menu istimewa ala Timur Tengah. Adalah guest chef asal Dubai, Hussam Al Hariri besama dengan tim kuliner The Ritz Carlton yang akan mempersembahkan pengalaman bersantap Iftar ala Timur Tengah, dilengkapi dengan pilian makanan lokal teritung mulai 28 Juni hingga 22 Juli mendatang.

    Iftar merupakan istilah yang biasa digunakan ketika memasuki waktu berbuka puasa. Di Pacific Restaurant & Lounge, para tamu yang ingin menikmati menu Iftar dapat mengawali buka puasa dengan berbagai pilian Tajil, lalu dilanjutkan dengan hidangan mewah ala Timur Tengah.
    Dari bagian Mezze atau hidangan pembuka, ada Musakaa, yang bahan utamanya adalah terung dan tomat. Selain itu ada juga Keshkeh yang merupakan campuran yogurt, gandum, daun mint dan juga kacang.

    Untuk  menu hidangan utama, disediakan idangan buffet. Chicken Moutaban, yaitu nasi ayam tradisi beserta Moroccan Chicken Olives Tagine dan juga Lamb Dawood Basha.
    KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI Moroccan Chicken Tagine wit Green Olives
    “Cita rasa Tagine begitu unik, di mana ayam dimasak dengan campuran bumbu kayu manis bercampur olive oil. Dihidangkan dengan tambahan irisan almond dan juga jeruk nipis untuk menambah sensasi rasanya. Segar sekali, silahkan dinikmati,” ujar Hussam.
    Sedangkan Lamb Dawood Basha merupakan bola-bola daging kambing cincang, rasa sausnya didominasi rasa asam dari tomat yang mendatangkan selera bersantap. Sayangnya bagi yang tidak suka tomat, mungkin tak akan suka idangan yang satu ini.

    Selanjutnya, untuk hidangan penutup ada Baklava Ice Cream, yaitu es krim dengan campuran kacang siap melegakan dahaga.

    Menu berbuka puasa ala Timur Tengah ini dapat dinikmati dengan harga mulai dari Rp 328.000++ per orang dan Rp 168.000++ untuk anak berusia lima sampai 12 tahun. Layak untuk dinikmati bersama keluarga dan kerabat.

    Sumber : http://travel.kompas.com/read/2014/06/30/1016001/Buka.Puasa.ala.Timur.Tengah

    Pariwisata Bali Korbankan Pertanian


    Pengamat pertanian dari Universitas Udayana (Unud) Denpasar Prof I Wayan Windia melihat pesatnya perkembangan sektor pariwisata di Bali telah mengorbankan sektor pertanian.

    "Padahal pertanian berkaitan erat dengan ekonomi Bali karena jika kebudayaan Bali hancur maka semua sektor ekonomi di Pulau Dewata akan hancur," kata Ketua Pusat Penelitian Subak Unud di Denpasar, Sabtu (28/6/2014).

    Menurut Windia, hal itu bisa terjadi karena semua sektor ekonomi di Pulau Dewata dilandasi oleh kebudayaan masyarakat setempat, khususnya pengembangan sektor pariwisata yang kini menjadi tumpuan harapan sebagian besar masyarakat setempat.

    Padahal hasil penelitian Sceto bahwa Bali hanya siap menampung 24 ribu kamar hotel bertaraf internasional, namun kenyataannya sekarang ada sekitar 4.000 hotel berkapasitas 90 ribu kamar atau hampir empat kali lipat.

    Windia menjelaskan, meskipun pemerintah sejak lama mewacanakan penghentian pembangunan (moratorium) hotel, hal itu tidak pernah terealisasi.


    KOMPAS.COM/NI LUH MADE PERTIWI F Seorang pemandu wisata membawa turis berkeliling Ubud, Gianyar, Bali.
    Hal itu terjadi karena daerah-daerah di Bali masih membutuhkan pendapatan asli daerah. "Semua itu menyebabkan runtuhnya kebudayaan Bali, padahal merupakan landasan bagi semua sektor kehidupan di Bali," ujarnya.

    Windia mengutip pendapat ahli antropologi bahwa kelemahan pembangunan di Indonesia, termasuk Bali adalah proses pembangunan terlalu bersifat melihat kepentingan jangka pendek.

    Hal itu bisa terjadi, karena sekarang biaya politik yang sangat mahal, sistem politik yang ditandai dengan banyaknya politik uang dan pandangan elite yang hanya menyukai ekonomi, pertumbuhan, dan teknologi.

    Mereka kurang tertarik terhadap aspek sosial, pemerataan, dan kebudayaan. Fenomena seperti ini akan terus terjadi, kalau sistem politik Indonesia tidak direformasi.
    Editor : I Made Asdhiana
    Sumber: Antara

    Sumber : http://travel.kompas.com/read/2014/06/29/0742008/Pariwisata.Bali.Korbankan.Pertanian

    Kain Tenun Batak ( Ulos ) Diburu Wisatawan untuk Suvenir


    Kain tenun Batak yang biasa disebut ulos hingga kini tetap ramai diburu wisatawan domestik maupun mancanegara untuk dijadikan suvenir, karena keunikannya yang khas dan kualitasnya tidak kalah bersaing dengan produk luar daerah.

    "Selain digunakan konsumen sebagai kelengkapan prosesi adat Batak, tenun ikat tersebut selalu banyak diburu para wisatawan untuk dijadikan sebagai buah tangan," kata Sianipar, pedagang ulos di Pasar Balerong Balige, Sabtu (28/6/2014).

    Ulos, menurut Sianipar, memiliki keistemewaan dan keunikan sebagai pakaian adat tradisional Batak serta menyimpan rahasia keterampilan seni yang tersendiri dalam proses pembuatannya dan biasa dipadukan dengan budaya.

    Eksistensi ulos terlihat jelas, terutama dalam peranannya pada pelaksanaan berbagai budaya adat Batak. Kain tenunan khas Batak yang berbentuk selendang ini, merupakan lambang ikatan kasih sayang.

    Proses pembuatannya bukanlah pekerjaan mudah dan butuh waktu lama. Lewat sentuhan tangan ahli, ulos akan tampak semakin indah, dalam perpaduan warna yang dirangkai benang bermotif seni.

    "Dari dulu hingga sekarang ulos selalu diminati konsumen dan banyak dijadikan sebagai kado atau suvenir," kata Sianipar.

    Hal senada disebutkan pedagang Ulos lainnya, Boru Panjaitan, yang mengaku penjualan selendang tenun untuk prosesi acara adat Batak itu terus mengalami peningkatan. Sebab, ulos dibeli oleh konsumen untuk berbagai keperluan. Salah satunya, sebagai suvenir.


    KOMPAS/RADITYA HELABUMI Perajin tenun ulos tradisional di Samosir, Sumatera Utara.
    Boru Panjaitan menyebutkan, sejak generasi kakeknya, mereka sudah menggeluti usaha penjualan ulos secara turun temurun. "Harga ulos ini sangat bervariasi. Ada yang dijual sekitar Rp 50 ribu dan ada yang harganya mencapai jutaan rupiah. Tergantung jenis dan penggunaannya," katanya.

    Hendarto, pengunjung Pasar Balerong, berasal dari Surabaya mengaku dirinya sangat tertarik dengan motif ulos yang didominasi tiga warna khas Batak itu, yakni merah, hitam dan putih.

    Dikatakannya, beberapa lembar Ulos telah dibelinya, untuk suvenir sebagai kenang-kenangan dan pertanda dirinya pernah berkunjung ke kawasan Danau Toba. "Saya sangat mengagumi ulos yang dihasilkan alat tenun bukan mesin itu karena kualitasnya lumayan bagus dan tidak kalah dengan sarung Suji yang ada di Palembang," katanya.

    Sumber : http://travel.kompas.com/read/2014/06/29/0908225/Ulos.Diburu.Wisatawan.untuk.Suvenir
     

    Recent Post

    Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
    Copyright © 2011. New Basic Articles - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website Published by Mas Template
    Proudly powered by Sinhala Mp3